Iklan

Viral! Kuli C4bul1 Siswi 15 Tahun Hingga 4 Kali, Ternyata Korban Yang Mengajak! Begini Ceritanya

Kuli bangunan bernama Zainullah alias Husen (42) tak kuasa menahan hasrat kala mengetahui ada mahasiswi sedang mandi.

Ceritanya, Zainullah alias Husen sedang bekerja merenovasi sebuah rumah di Samarinda Ilir, Kalimantan Timur.

Nah, dalam rumah yang sedang digarap Husen ini, ada seorang mahasiswi berusia 21 tahun yang sedang mandi di dalam kamar mandi.

Sekedar diketahui, mahasiswi sedang mandi  tidak di rumahnya sendiri, melainkan di rumah kakaknya.

Mengetahui ada perempuan sedang mandi, Husen yang sedang menggarap renovasi rumah tersebut memberanikan diri untuk mengintip perempuan yang sedang mandi itu.











Ilustrasi
Tak hanya mengintip, Husen kemudian nekat untuk masuk ke dalam kamar mandi dan langsung melakukan pencabulan atau pelecehan seksual terhadap mahasiswi yang sedang mandi.

Saat kuli bangunan mencabuli mahasiswi, sang korban pun melakukan perlawanan dan berhasil melarikan diri.

“Setiap Senin hingga Jumat, pelaku bekerja di rumah yang ditempati korban, rumah kakak korban, untuk melakukan renovasi,” kata Kanit Reskrim Polsekta Samarinda Kota, Ipda Abdillah Dalimunte, kepada Tribun Kaltim, Minggu (17/3/2019).

Di hadapan polisi, Husen yang sudah tertangkap, mengungkapkan pernyataan yang bikin geleng-geleng kepala.

Betapa tidak, sebab Husen mengaku sudah empat kali melakukan pencabulan terhadap mahasiswi itu.

Keempat pencabulan itu dilakukan Husen dalam momen dan waktu yang berbeda-beda.

Di antaranya adalah pencabulan dilakukan saat korban sedang tidur di kamarnya, saat korban sedang mencuci baju, dan saat korban sedang mandi.


Ilustrasi perempuan dalam kamar mandi
Aksi terakhir Husen mencabuli mahasiswi ini terjadi pada Senin (11/3/2019) lalu.

Mahasiswi yang tak terima dengan perbuatan Husen ini lantas melaporkannya ke kakaknya.

Kemudian mereka melanjutkan melapkrkannya ke polisi pada Sabtu (16/3/2019).

Tak butuh waktu lama, pihak kepolisian berhasil mengamankan pelaku pada siang harinya, di hari yang sama pada pukul 12.00 WITA.

Husen diamankan saat sedang berada di Jalan Basuki Rahmat ketika bekerja untuk memperbaiki sebuah kantor.

Polisi menciduk pelaku tanpa ada perlawanan.

“Di hari laporan dibuat, di hari itu juga kami amankan pelaku. Saat itu sedang bekerja pelaku, memperbaiki bangunan kantor,” ungkapnya.


Ilustrasi
Organ Intim Istri Dipegang Saudara Ipar

Tahu organ intim istri dipegang orang lain, seorang suami berbuat nekat demi melindungi harga diri istri tercintanya.

Sang suami memenggal tangan seseorang yang telah menyentuh organ intim istrinya.

Peristiwa suami memenggal tangan pelaku yang melecehkan istrinya ini terjadi di Desa Punggur Besar, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat.

Yang bikin geleng-geleng kepala, ternyata orang yang tega menyentuh organ intim dan berbuat cabul itu masih memiliki hubungan keluarga dengan suami dan istri tersebut.

Awal mula kejadian ini di Jalan Parit Jawai RT 025 RW 007 Dusun III, Desa Punggur Besar, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Rabu (27/2/2019).


Ilustrasi mandi di sungai
Ahmad yang merupakan korban (orang atau pelaku yang menyentuh organ intim), harus rela kehilangan tangan kirinya lantaran dipenggal oleh saudara iparnya, MS.

Diketahui, istri korban dan istri pelaku adalah adik kakak.

Dijelaskan oleh Kapolsek Sungai Kakap, Iptu Antonius Permadean, penganiayaan tersebut terjadi pada Rabu (27/2/2019) malam sekitar pukul 20.45 WIB.

Pelaku membawa sebilah parang, dan secara membabi buta memotong tangan korban hingga putus.

"Sekitar pukul 20. 45 WIB Rabu malam terjadi penganiayaan dengan cara pelaku memotong tangan korban dengan menggunakan sebilah parang," kata Iptu Antonius, Kamis (28/2/2019).

"Sehingga mengakibatkan tangan bagian pergelangan sebelah kiri korban putus," lanjutnya.

Dijelaskan oleh Iptu Antonius, MS tega memenggal tangan korban lantaran tidak terima perlakuan korban pada istrinya.

Diceritakan oleh Iptu Antonius, istri MS saat itu sedang menjemur pakaian di belakang rumahnya.

Setelah itu, istri pelaku pergi untuk mandi di sungai, yang letaknya tepat di depan rumahnya.

Menurut pelaku, korban saat itu bertingkah seperti menggoda sang istri.


Ilustrasi
"Setelah mandi di sungai depan rumah pelaku, kemudian korban lewat di depan istri pelaku sambil memegang arah kemaluan istri pelaku," jelas Iptu Antonius.

Tak langsung marah pada korban, pelaku justru memarahi istrinya sendiri.

"Pada saat itu pelaku melihat dan marah dengan istrinya sendiri," kata Iptu Antonius.

Setelah terlibat adu mulut dengan istrinya, pelaku kemudian mendatangi korban dan langsung membacoknya.

"Rumah pelaku dan korban besebelahan serta korban dan pelaku memiliki hubungan keluarga yaitu istri korban dan istri pelaku kakak adik kandung," kata Iptu Antonius.

Saat pelaku mendatangi korban, Ahmad diketahui sedang makan.

Korban yang melihat tindakan yang dilakukan oleh pelaku, kemudian berusaha untuk menangkisnya.

Sayang, upayanya itu justru membuang tangan korban putus tepat di bagian pergelangannya.

"Pada saat pelaku mendatangi korban dengan membawa sebilah parang, korban sedang makan," kata Iptu Antonius.

"Kemudian pelaku mengayunkan parang ke arah korban dan ditangkis korban, mengakibatkan tangan korban bagian pergelangan sebelah kiri putus," lanjutnya.

Setelah melancarkan aksinya, pelaku langsung kabur dengan memecahkan kaca jendela rumah korban.


Ilustrasi
Pecahan kaca tersebut juga turut membuat tangan pelaku terluka.

Melihat aksi dari MS, istri pelaku kemudian melaporkan kejadian tersebut pada kepolisian.

Ahmad, korban pembacokan saudara iparnya itu, mengaku sedih melihat kondisi tangannya.

Ia yang berprofesi menjadi seorang petani, mengaku kesulitan bekerja, setelah kehilangan satu tangannya.

"Operasinya tadi jam 11 siang, tidak bisa disambung lagi, dan saya menjadi cacat seumur hidup," ujar Ahmad, Kamis (28/2/2019).

Ahmad mengaku heran dan tidak percaya, pelaku yang masih keluarganya sendiri itu, tega menganiaya dirinya.

"Tidak tahu dia ini kerasukan apa sehingga berbuat seperti itu, padahal siang kita masih berkomunikasi," kata Ahmad dikutip dai TribunPontianak.

Menyesali nasib malangnya, Ahmad menjelaskan bahwa selama ini tidak mempunyai masalah dengan pelaku.

"Hampir setiap hari saya bertemu dia dan selama ini tidak pernah ada masalah dengan dia. Saya tinggal di rumah tersebut bersama keluarga baru satu tahunan," tutur Ahmad.

Dalam penjelasannya, Ahmad menuturkan bahwa pelaku tiba-tiba datang ke rumahnya.

Pelaku kemudian menanyakan keberadaan Ahmad melalui istrinya.

"Malam sekitar jam setengah sembilan dia datang ke rumah, tanya istri di mana saya, istri jawab saya lagi makan di dalam," jelas Ahmad.

"Saat itu dia sudah membawa parang, saya tanya ada apa dek, tiba-tiba dia langsung membacok saya," terangnya.

Ahmad mengaku tidak menaruh dendam pada pelaku, namun ia sepenuhnya menyerahkan proses hukum pelaku pada kepolisian.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Viral! Kuli C4bul1 Siswi 15 Tahun Hingga 4 Kali, Ternyata Korban Yang Mengajak! Begini Ceritanya"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel