Iklan

Guru Nonton Film UHH AHH Di Layar Tancap, Siswa-siswi Teriak Histeris, Ini Video Full Nya... 17+

Video yang menampakkan seorang oknum guru membuat heboh satu kelas karena diduga menayangkan 'film biru', viral di media sosial (medsos) dan whatsapp (WA)
Dalam video yang viral di whatsapp (WA) dan medsos itu, guru berpakaian kemeja cokelat diduga menonton 'film biru' di laptopnya dan tak menyadari laptop yang ia gunakan tersambung dengan projector.
Hal ini spontan mengundang tawa 'geli' siswa yang ada dalam kelas
Dari rekaman tersebut terdengar beberapa siswi berteriak histeris saat tahu oknum guru sedang menonton video yang diduga sebuah 'film biru'
Tak berselang lama, seorang siswa menghampiri oknum guru tersebut dan memberitahu bahwa laptopnya tersambung dengan projector.
Akun instagram @kamutahu_media @infia_fact dan @fakta.indo turut mengunggah rekaman ini.

"Seorang guru terlihat sedang memutar 'film biru' (red) di laptop yg terhubung ke projektor di dalam kelas. .
Dalam video itu terdengar para siswi menjerit histeris "Aduh Bapak, oh my God Bapak jangan gitu..". Guru tersebut nyengir2 dan kemudian dihampiri oleh seorang siswa sambil menunjuk video di projektor tersebut.
.
Belum diketahui di sekolah mana atau kapan kejadian itu terjadi," tulis akun @infia_fact.
Berikut videonya
Hingga berita ini diturunkan belum ada informasi lanjutan mengenai kejadian ini
Sering Nonton Streaming Film Biru, Warga Dukuh Kupang Tega Perkosa 2 Keponakan
Mohammad Faris (30), pria yang ditangkap Unit PPA Polrestabes Surabaya atas kasus pemerkosaan mengaku kerap menonton streaming film biru.
Dari tontonan streaming film biru itu, dia mengaku khilaf mengajak dua ponakan untuk menuruti nafsunya.
"Modusnya diawali mengajak nonton streaming film biru, diajak praktik," kata Kanit PPA Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni, Senin (14/1/2019).
Perbuatan itu dilakukan Faris kepada dua ponakannya berusia 9 tahun dan 10 tahun, secara bergilir.


"Dua ponakan dari dua saudaranya yang tinggal serumah," kata Ruth Yeni.
Sering Nonton Streaming Film Porno, Warga Dukuh Kupang Tega Perkosa 2 Keponakan Usia 9 dan 10 Tahun. Pelaku bernama Muhammad Faris ini digelandang di Polrestabes Surabaya, Senin (14/1/2019). (SURYA.co.id/Nur Ika Nisa)
Pria yang sehari-hari bekerja sebagai OB di Kantor Outsourcing Dukuh Kupang ini menampung tinggal di rumah pamannya, yang tak lain orang tua korban.
Perbuatan itu dilakukan Faris saat berada di kamar lantai dua rumah korban.
Bahkan dirinya nekat melakukan perbuatan itu saat masih ada penghuni lain di rumah tersebut.
"Gak saya iming-iming cuma diajak liat streaming film biru. Di lantai bawah ada orang saya di lantai dua," akui tersangka Faris.
Korban yang tak berdaya melawan, akhirnya hanya bisa pasrah menerima perbuatan bejat yang dilampiaskan tersangka.
Setelah menerima laporan dari keluarga korban, polisi akhirnya menangkap tersangka di rumahnya beserta barang bukti handphone yang kerap digunakan untuk menonton streaming film biru.
Bak air susu dibalas dengan air tuba, begitulah perlakuan Mohammad Faris kepada keluarga dua ponakannya yang menjadi korban nafsu seksualnya.
Perbuatan itu diakui tersangka dilakukan sebanyak 20 kali dalam satu tahun.
Pria yang bekerja sebagai Office Boy ini merantau ke Surabaya, ia menampung tempat tinggal di rumah saudaranya yang tak lain rumah keluarga korban.
Selama satu tahun tinggal, Faris justru menggilir dua keponakannya dari dua keluarga berbeda di rumah yang ditinggali bersama keluarga besarnya.
Saat rilis kasus, Faris sempat mengatakan lupa kapan awal mula dirinya melakukan perbuatan mencabuli dua keponakannya secara bergilir.
"Saya lupa awalnya kapan, tapi sekitar satu tahun. Itu saya lakukan lima kali tidak pakai baju, 15 kali masih pakai baju," akui Faris.
Faris sempat mengucap khilaf dan tak tega saat melakukannya, namun nafsunya itu sudah dilakukan puluhan kali.
Sebelum beraksi, ia mencekoki kedua korbannya dengan film biru, hingga kemudian mengajak bergilir dua keponakannya itu di lantai dua rumah tersebut.
"Mereka ini keluarga besar, korban dari dua keluarga berbeda dan tinggal bersama di sana. Korban mengeluh sakit kemudian dilaporkan oleh keluarga kepada kami," kata Kanit PPA Polrestabes Surabaya AKP Ruth Yeni, Senin (14/1/2018).
Kondisi fisik maupun psikis dua korban pencabulan yang dilakukan oleh Mohammad Faris masih dalam pemulihan.
Satu di antara dua korban yang tak lain keponakan tersangka itu dibawa bersama orangtuanya.
Keputusan tersebut diambil setelah ibu korban melaporkan kasus tersebut ke polisi.
AKP Ruth Yeni mengatakan setelah sempat tinggal di rumah saudaranya yang juga dihuni tersangka, kini korban ikut bersama orangtuanya ke Jember.
"Korban pertama yang berusia 9 tahun ikut ibunya ke Jember. Kami sempat melakukan pemulihan fisik tapi tidak bisa secara psikis karena ada di Jember nanti kami koordinasikan dengan Pemda setempat," kata AKP Ruth Yeni.
Dua korban tersebut dari dua keluarga berbeda namun tinggal bersama dengan tersangka yang juga menumpang tinggal di rumah saudaranya tersebut.
Namun sayangnya, keluarga korban lain yang berusia 10 tahun berusaha mencabut laporan kasus tersebut.
Alasannya, dikatakan Ruth Yeni, mereka menganggap kasus pencabulan tersebut dapat diselesaikan secara kekeluargaan.
"Keluarga korban merasa terintimidasi, mereka ini keluarga besar. Jadi ada upaya pencabutan laporan dan diselesaikan kekeluargaan," kata Ruth Yeni.
Namun, Ruth Yeni mengatakan upaya tersebut tidak dapat dilakukan lantaran proses hukum kasus pencabulan tersebut bukan delik aduan.
"Sesuai pasal 81 atau 82 UU Perlindungan anak, ini bukan delik aduan. Kalau ada pencabutan kami akomodir tapi tidak mencabut pidananya," tegas Ruth Yeni.
Tak laku dapat jodoh
Faris mengaku tak laku-laku mendapatkan jodoh, ia kemudian melampiaskan nafsu seksualnya kepada dua ponakannya yang masih duduk dibangku sekolah.
Saat ditanya niatnya untuk mencari pacar maupun istri, pria berusia 30 tahun ini justru tegas mengaku tak lekas mendapatkan jodoh.
"Siap, belum menikah, belum punya pacar juga. Belum ada yang mau," kata Faris kemudian mengundang gelak tawa, Senin (14/1/2018).
Lantaran tak kunjung menemukan jodoh tersebut, Faris sering menonton streaming film biru melalui ponselnya.
Ia pun melampiaskan nafsunya kepada dua ponakannya.
"Siap, saya khilaf bu," tambah Faris kemudian hormat kepada polisi.
Sebelum menggilir keponakannya, ia merayu mengajak nonton film biru dan setelah perlakuan tak senonoh itu ia merayu membelikan jajan kepada korban.
"Saya ajak lihat streaming film biru, kalau di hp ga ada terus saya tanya mau apa ga tapi dia diam saja ya saja ajak praktek. Kalau bulannya saya ga ingat tapi 2018 awal melakukannya," akuinya.
Ia nekat mencabuli dua ponaknnya yang masih berusia 9 tahun dan 10 tahun di rumah tempat tinggal saudaranya di Simo Pomahan, Sukomanunggal, Surabaya.
"Saya tindihin berdua, tapi kadang satu-satu. 5 kali ga pakai baju, 5 ga pakai celana. 15 kali masih lengkap. Saya ga tega lagi karena dia bilang sakit," akui pria yang bekerja sebagai OB ini.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Guru Nonton Film UHH AHH Di Layar Tancap, Siswa-siswi Teriak Histeris, Ini Video Full Nya... 17+"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

loading...

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel